Contoh tulisan ilmiah populer, dengan
topik peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Warga DKI Jakarta menilai kinerja
Joko Widodoselama setahun
ini lebih baik dari
Fauzi Bowo
dan Sutiyoso. Hal itu terlihat dari survei Indo Barometer (IB). Pengumpulan
data survei IB dilakukan sejak 4-10 Oktober 2013. Metode yang dipakai adalah
multistage random sampling. Dengan jumlah responden sebanyak 400 orang. Teknik
pengumpulan data dengan wawancara tatap muka dengan responden menggunakan
kuesioner.
Responden
diambil dari enam wilayah di DKI Jakarta. Dari Kabupaten Kepulauan Seribu
sebanyak 2,5 persen. Lalu Jakarta Selatan sejumlah 20 persen. Jakarta Timur
27,5 persen. Jakarta Pusat 10 persen. Jakarta Barat 22,5 persen. Jakarta Utara
17,5 persen.Dalam survei itu, untuk penanganan masalah sampah, warga menilai
kinerja Jokowi 68,5 persen. Sedangkan Sutiyoso empat persen dan Fauzi Bowo lima persen.
Kemudian
untuk pelayanan kantor Pemda bagi masyarakat, masyarakat menilai kinerja Jokowi
89,8 persen. Sedangkan
Fauzi Bowo
2,3 persen dan
Sutiyoso
hanya dua persen.Begitu pula untuk pendidikan murah bagi warga miskin, warga
setuju Jokowi lebih baik sebanyak 86,5 persen. Foke 6,5 persen dan sutiyoso
satu persen. Bahkan untuk penanganan masalah banjir saja, warga menilai Jokowi
lebih baik sebanyak 76,8 persen. Sedangkan
Sutiyoso sebanyak 0,8
persen dan Fausi Bowo 2,5 persen. Demikian pula untuk masalah transportasi,
Jokowi dianggap lebih baik sebanyak 51,2 persen.
Sutiyoso 8,5 persen dan
Fauzi Bowo 10,3 persen.
(sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/17/dibanding-fauzi-bowo-dan-sutiyoso-kinerja-jokowi-lebih-baik
)
Analisis:
Menurut
pendapat saya, karya tulis diatas merupakan karya tulis yang terjadi di
masyarakat baru-baru ini. Jakarta sedang heboh dengan Gubernur DKI Jakarta,
yaitu Joko Widodo (Jokowi). Banyak karya tulis yang membahas tentang pemimpin
Kota Jakarta tersebut, mulai dari membahas tentang kinerjanya, prestasinya,
serta dalam karya tulis diatas dapat dilihat bahwa Jokowi juga dibandingkan
dengan Gubernur Kota Jakarta terdahulu, yaitu Fauzi Bowo (Foke). Jadi, topik
tentang Jokowi disukai oleh masyarakat.
Topik
tentang Jokowi sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, sehingga
penulis karya ilmiah membuat banyak karya tulis dengan topik tentang Jokowi.
Saya berpendapat, kalau kinerja Bapak Jokowi memang sangat baik dibandingkan
dengan kinerja pemimpin terdahulu. Jokowi merupakan sosok pemimpin yang menurut
saya adalah pemimpin yang tidak muluk-muluk. Mengerjakan tugas dari yang paling
dasar hingga yang paling atas. Jokowi mementingkan kepentingan bersama, yaitu
masyarakat Kota Jakarta, dengan menanggulangi beberapa masalah kecil yang
mengganggu aktivitas masyarakat Kota Jakarta. Misalnya saja. Baru-baru Jokowi
menertibkan Pasar Tanah Abang, juga membangun jembatan layang (Fly Over) yang
tentunya untuk mengurangi kemacetan. Jokowi juga peduli akan pemukiman kumuh
masyarakat. Jokowi menggunakan dana APBN untuk membangun Kampung Deret, yaitu
dengan memperbaiki pemukiman kumuh, sehingga masyarakat yang berada dipemukiman
tersebut tetap bersih. Jokowi hanya memulai dari pekerjaan-pekerjaan kecil
sebagai Gubernur, dan nyatanya saat ini beliau dipercayakan untuk hal yang
besar, yaitu menjadi kandidat Capres 2014. Mayoritas penduduk Indonesia
mendukung Jokowi untuk menjadi Presiden periode selanjutnya. bagi saya,
pemimpin yang bijaksana adalah pemimpin yang menyatu dengan masyarakatnya,
melihat secara langsung kondisi masyarakat dan kota yang dipimpinnya.
Pemikirannya terbuka dan anti korupsi. Dan dari karya tulis diatas, dapat
dilihat bahwa kinerja Jokowi jauh lebih baik dari Fauzi Bowo dan Sutiyoso. Jokowi
dapat menangani masalah kecil sampai masalah besar di Kota Jakarta dan menurut
saya, Jokowi adalah pemimpin yang tidak memandang bulu atau berpihak pada
beberapa kalangan.
Contoh Penulisan Ilmiah Populer
Menurut saya penulisan ilmuiah yang sangat populer saat ini adalah tentang aplikasi android.
Pada dasarnya, ada beberapa jenis model penulisan artikel. Model-model
tersebut bisa dikelompokkan kepada tingkat kerumitannya. Model yang
paling mudah ialah model penulisan populer. Tulisan populer biasanya
tulisan ringan yang tidak "njelimet" dan bersifat hiburan. Termasuklah
di dalamnya gosip. Selain itu, bahasa yang digunakan juga cenderung
bebas (perhatikan, misalnya, bahasa yang digunakan di majalah
GetFresh!). Model yang paling sulit ialah penulisan ilmiah. Model ini
mensyaratkan objektivitas dan kedalaman pembahasan, dukungan informasi
yang relevan, dan biasa diharapkan menjelaskan "mengapa" atau
"bagaimana" suatu perkara itu terjadi, tanpa pandang bulu dan eksak
(Soeseno 1982: 2). Dari aspek bahasa, tentu saja tulisan ilmiah mensyaratkan bahasa yang baku.
Meski demikian, ada satu model penulisan yang berada di
tengah-tengahnya. Model tersebut dikenal dengan penulisan ilmiah populer
dan merupakan perpaduan penulisan populer dan ilmiah. Istilah ini
mengacu pada tulisan yang bersifat ilmiah, namun disajikan dengan cara
penuturan yang mudah dimengerti (Soeseno 1982: 1; Eneste 2005: 171).
Model inilah yang digunakan dalam publikasi Yayasan Lembaga SABDA pada
umumnya.
KATA
Kata dengan sendirinya mempunyai arti:
- Sebuah bunyi dan perpaduan bunyi yang keluar dari mulut seseorang (ucapan). Misalnya: "sepatah kata"
- Sebuah paduan/serangkaian huruf yang membentuk sebuah makna dalam suatu bahasa tertentu.
Bila dipadukan, sering terdengar ungkapan-ungkapan seperti:
Kata mutiara, kata pengantar, kata sandi, kata kunci, tutur kata, kata
kerja, kata benda, kata sifat, kata hubung, dan lain sebagainya.
FRASE
Frase atau frasa, dari bahasa Latin, phrase adalah sebuah istilah linguistik, bisa berarti:
- kalimat
- kata majemuk yang bisa dianggap satu kata. Misalkan rumah putih beberapa jenis frasa:
- adverbial
- adjektival
- apositif
- ekosentris
- endosentris
- nominal
- parataktis
- preposisional
- verbal
KLAUSA
Klausa adalah sekelompok kata yang terdiri atas subyek (seringkali hanya
satu kata benda saja) dan predikat (kadang-kadang hanya satu kata kerja
saja).
Contoh:
Anjing berlari
Subject: Anjing
Predikat: berlari
KALIMAT
Kalimat, dari bahasa Arab, adalah satuan lingusitik yang terkecil yang
bisa berdiri sendiri. Dalam bahasa Latin disebut sintaks atau sintaksis.
Dalam linguistik, kalimat adalah satuan dari bahasa. atau arus ujaran
yang berisikan kata atau kumpulan kata yang memiliki pesan atau tujuan
dan diakhiri dengan intonasi final.
WACANA
Wacana : (Sans)
1. ucapan, tutur;
2. kesatuan tutur;
3. kesatuan bahasa yang lengkap.
PARAGRAF
Paragraf adalah suatu bagian dari bab
pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus
dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain
alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama
masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi.
Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti
paragraf pertama.
Macam-macam paragraf:
- Paragraf induktif: Paragraf yang dimulai dengan menyebutkan
peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum,
yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
- Generalisas: Penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan
berdasarkan data yang sesuai dengan fakta. Jumlah data atau peristiwa
khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili
- Analogi: Penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak
persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat
menarik kesimpulan.
- Paragraf hubungan sebab akibat: Paragraf yang dimulai dengan
mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan
yang menjadi akibat.
- Paragraf hubungan akibat sebab: Paragraf yang dimulai dengan fakta
khusus yang menjadi akibat, kemudian fakta itu dianalisis untuk diambil
kesimpulan.
- Dalam paragraf hubungan sebab akibat 1 akibat 2, suatu penyebab
dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi
sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul
beberapa akibat.
FONEM
Fonem sebuah istilah linguistik dan merupakan satuan terkecil dalam
sebuah bahasa yang masih bisa menunjukkan perbedaan makna. Fonem
berbentuk bunyi.
Misalkan dalam bahasa Indonesia bunyi [k] dan [g] merupakan dua fonem
yang berbeda, misalkan dalam kata "cagar" dan "cakar". Tetapi dalam
bahasa Arab hal ini tidaklah begitu. Dalam bahasa Arab hanya ada fonem
/k/.
MORFEM
Morfem adalah satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih
memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil
lagi.
Sebaliknya dalam bahasa Indonesia bunyi [f], [v] dan [p] pada dasarnya
bukanlah tiga fonem yang berbeda. Kata provinsi apabila dilafazkan
sebagai [propinsi], [profinsi] atau [provinsi] tetap sama saja.
Perbedaan antara Penulisan ilmiah dengan Penulisan ilmiah populer
Perbedaan antara ilmiah populer dengan ilmiah murni (skripsi, tesis,
desertasi, dan lain-lain) terletak pada bahasa penyampaian yang
digunakan. Karya tulis ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan
sangat terikat dengan kaidah bahasa Indonesia resmi. Sementara ilmiah
populer ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes, serta dapat dipahami
masyarakat umum.
Dari segi topik bahasan, tulisan ilmiah populer cenderung membahas
permasalahan yang berkaitan dengan masyarakat di sekitarnya Berbeda
dengan karya tulis ilmiah murni yang lebih sering berkutat dalam bidang
ilmiah yang jauh dari jangkauan masyarakat awam.
Secara ringkas, ciri-ciri karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut.
- Bahan : Menyajikan fakta yang benar / objektif, dapat dibuktikan
- Penyajian : Menggunakan bahasa yang cermat (formal dan konkret), sistematis (sesuai dengan langkah kerja).
- Sikap Penulis : Jujur (tidak berlebih-lebihan atau mengurangi ssuatu); objektif (tidak mengejar keuntungan pribadi).
- Penyimpulan : berdasarkan fakta dan tidak emotif.
Isi ( batang tubuh ) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat
metode ilmiah. Seperti yang diungkapkan oleh John Dewey, ada 5 langkah
pokok proses ilmiah.
1. Mengenali dan merumuskan masalah
2. Menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis.
3. Merumuska hipotesis ( dugaan hasil sementara )
4. Menguji hipotesis
5. Menarik kesimpulan
Secara terperinci, ciri – ciri karya ilmiah populer diurutkan sebagai berikut.
- Bahan : Menyajikan fakta objektif
- Penyajian : Menggunakan bahasa yang cermat,tidak terlalu
formal tapi tetap taat asas, disusun secara sistematis; tidak memuat
hipotesis.
- Sikap Penulis : Tidak memancing pertanyaan – pertanyaan yang
meragukan, mengimbau perasaan pembaca agar seolah – olah mereka
menghindari sendiri.
- Penyimpulan : memberikan fakta bebicara sendiri sekalipun
didahului dengan membimbing dan mendorong pembacanya untuk berpikir
tentang aplikasi.
Kalau kita rumuskan, pengertian karya imiah populer adalah karangan
ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik
penyajian yang sederhana mengenai hal – hal kehidupan sehari – hari.
Mengingat sasaran baca karya ilmiah populer adalah masyarakat umum,
hampir tidak ada bentuk penyusunan karya ilmiah populer ini yang baku.
Kebiasaan yang dimilikinya selalu dimanfaatkan para penulis untuk
membentuk teknis penulisan sendiri – sendiri.
Sarana untuk mempublikasikan karya ini hampir tidak ada yang berdiri
sendiri secara utuh. Biasanya dalam suatu media massa, karya ini
dipadukan dengan karya tulis nonilmiah. Karya ilmiah populer dapat kita
jumpai pada majalah, koran atau tabloid. Dengan demikian, kita dapat
berlatih dengan mengenali sarana baca yang potensial menjadi tempat yang
dituangkannya karya ilmiah populer. Contoh karya ilmiah popular yang
mudah diperoleh ialah majalah dan koran.
Dalam menganalisis karya ilmiah mahasiswa, ada dua hal yang dapat
dijadikan patokan baik tidaknya sebuah karya ilmiah, yakni : fakta dan
penalaran. Fakta yang berterima adalah fakta yang dapat dibuktikan
kebenarannya. Sedangkan penalaran yang berterima adalah penalaran yang
logis.
sumber: http://tugaskampuss.blogspot.com/2010/01/penulisan-karya-tulis-ilmiah.html
:http://herlinamayangsari.blogspot.com/2013/10/tugas-ketiga-bahasa-indonesia.html